POCO Star jadi inspirasi anak muda Indonesia kejar mimpi di scene esports

Sebagai juara FFML Season 8 League Phase, POCO Star merupakan salah satu tim debutan terbaik dalam sejarah scene kompetitif Free Fire.

Mengapa dikatakan debutan? Karena POCO Star adalah tim yang merupakan hasil peralihan tim yang dulunya bernama GARSY Aphrodite bersama lineup yang baru kembali dibentuk di akhir FFML Season 7 lolos ke Free Fire SEA Invitational (FFSI).

Sang pelatih, Muslih “Fayad” Rahman kemudian meleburkan anak asuhnya yang semula dari GARSY dan terbentuklah POCO Star, tim baru yang berafiliasi melalui dukungan lewat POCO Indonesia.

Bang Fayad, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

POCO Star berisikan para bintang muda seperti, Wahyu “Leem” Kurniawan, Haidir “18Deer” Ali, Farhan Adjie “Razz” Samudra, M Faiz “Faizz” Hablan dan Wigan “Mercy“.

Walau dikatakan sebagai bintang-bintang muda, namun mereka adalah pemain yang kaya pengalaman di liga sekelas FFML dari musim ke musim.

POCO Star, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Berada di tangan sang maestro yakni Fayad, tak heran mereka menjelma menjadi kesatuan yang potensial untuk menjadi juara di FFML Season 8.


POCO Star cetak berbagai rekor di FFML Season 8 League Phase, apa yang membuat mereka begitu dominan?

POCO Star, FFML Season 8, Bang Fayad, FFML, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Pada awal kemunculannya, POCO Star langsung mengukir rekor menawan di mana mereka berhasil meraih 3 BOOYAH sekaligus di week 1.

Performa yang begitu eksplosif membuat POCO Star ungguli berbagai tim ternama seperti RRQ, EVOS dan bahkan ONIC serta tim lainnya.

Leem dkk bahkan begitu konstan menjaga performa mereka, di setiap week di setiap match day mereka tak pernah tak mengumpulkan 2 BOOYAH per match day.

Kredit: ONE Esports

Keberhasilan itu melejitkan POCO Star untuk selalu bertengger di papan atas klasemen dan bersaing dengan rival terkuat yakni RRQ.

Hingga akhir League Phase FFML Season 8, POCO Star mengumpulkan total 673 poin. Total poin terbesar di sepanjang format Global Standings sejak FFML Season 5.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat mereka begitu dominan:

1. Atribut kekuatan pemain yang saling melengkapi

Bicara tentang atribut kekuatan pemain di dalam tim POCO Star sudah tak perlu diragukan lagi, dari IGL ada Leem merangkap Grenadier. Ada 18Deer sebagai rusher utama tim dibantu oleh Razz sebagai fragger dan Faizz mengisi posisi Support/Sniper.

POCO Star, POCO Razz, Razz, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Mercy merupakan pemain rusher yang mengisi posisi sub-player. Walau kehadirannya belum terlihat, tapi potensi yang ia miliki begitu besar menurut Bang Fayad.

Sebagai pemain berpengalaman di FFML, mereka bermain dengan baik. Leem sebagai IGL dan Grenadier membantu sisi kekuatan pertahanan, 18Deer dan Razz sebagai ujung tombak penyerangan tim dan Faizz sebagai pemain Support/Sniper bermain apik membuka momen bagus bagi tim.

Tak heran jika mereka mendominasi di FFML Season 8 League Phase. POCO Star akhirnya siap untuk melangkah ke level kompetisi berikutnya, FFWS.


2. Objektif permainan yang sangat rapih

Sebagai tim yang sangat mempersiapkan diri, bisa dikatakan POCO Star begitu disiplin dan bermain sesuai objektif yang ingin mereka raih.

Bahkan sang pelatih menuturkan kepada ONE Esports bagaimana mereka bermain dengan rapih untuk menjalankan objektif yang diinginkan.

Bang Fayad, FFML Season 8, POCO Star, FFML, Free Fire
Kredit: ONE Esports

“Filosofi kami lebih ke arah smart gameplay. Kami bukanlah tim yang tidak mampu bermain agresif atau tabrak-tabrakan. Kami mau lebih objektif saja, tak perlu memaksakan diri toh tujuan utamanya meraih poin setinggi-tingginya, bukan? Seperti itu saja,” ucap Fayad kepada ONE Esports.

Didukung dengan kejeniusan Leem mengambil keputusan (decision making) sebagai IGL maka lengkap sudah kekuatan POCO dari segi objektif permainan.


3. Bang Fayad sebagai Mastermind

Terlepas dari kekuatan setiap penggawa POCO Star, tentu ada sosok Mastermind atau juru latih yang begitu berperan besar di dalam tim.

Tentu saja, dia adalah Bang Fayad sebagai pelatih dari POCO Star. Bang Fayad adalah salah satu pelatih di scene Free Fire terbaik di antara yang lainnya.

Bang Fayad, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Segudang pengalaman dan keahlian yang ia miliki selama menukangi tim-tim besar tercurah ke dalam tim POCO Star membuat mereka menjadi dewasa.

Kejeniusan Bang Fayad diakui oleh anak didiknya, pelatih RRQ Adi “Adyy” Gustiawan yang mengakui bahwa dirinya memang sangatlah luar biasa.

RRQ, Team RRQ, RRQ Adyy, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Apalagi dirinya juga belajar dari pengalaman Free Fire SEA Invitational (FFSI) membuatnya bertekad untuk menjadi lebih baik di Free Fire World Series (FFWS).

“FFSI itu jujur tekanan terberat yang saya secara pribadi pernah hadapi seumur-umur sebagai pelatih. Dari titik terbawah kami membalikkan keadaan dengan hanya modal 3 hari. Kami sepakat bahwa kami harus mencapai titik ini, lolos dan jadi turn back point kami coba terapkan semangat yang pernah ada di sana pada fase liga ini,” tutur Fayad kepada ONE Esports.


POCO Star menjadi bukti bahwa berhasil di scene esports bukanlah hanya impian semata

POCO Star, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

Akhirnya, POCO Star tak tergoyahkan di puncak klasemen FFML Season 8 League Phase dan meraih tiket FFWS 2023 Bangkok pertama mewakili Indonesia.

Keberhasilan ini tentu menjadi sebuah harga yang pantas untuk kerja keras semua staf pelatih, pemain dan manajemen POCO Star.

Mewakili POCO Indonesia, Andi “Bungand1” Rengreng menyatakan bahwa timnya POCO Star adalah tim yang menjadi sosok inspiratif bagi seluruh anak muda di Indonesia untuk menggapai mimpi di scene esports bahkan di level tertinggi.

“Ini adalah bukti bahwa apapun mimpi itu bisa diraih selama ada konsistensi selama kalian berani untuk melangkahkan kaki dan mewujudkan mimpi,” ucap Andi kepada ONE Esports.

POCO Star, FFML Season 8, Free Fire
Kredit: ONE Esports

“POCO Star adalah salah satu contoh, hasil nyata bahwa kami berani mewujudkan mimpi menjadi wakil Indonesia untuk FFWS,” tambah dia.

Andi juga meminta dukungan kepada seluruh penggemar scene kompetitif Free Fire di Indonesia untuk mendukung POCO Star di FFWS 2023 Bangkok.

“Dukung kami terus POCO Star agar kami bisa membanggakan Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA : Jadwal lengkap FFML Season 8, format, hasil dan cara menonton

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *